Translate

Minggu, 26 Agustus 2018

Definisi Kewirausahaan

Perlunya Pendidikan Kewirausahaan(entepreunership)


  1. Kecenderungan mahasiswa lebih menginginkan pekerjaan mapan setelah lulus.
  2. Tidak mau mengawali hidup setelah lulus dengan memulai usaha.
  3. Adanya anggapan bahwa kesuksesan seseorang diukur dari seberapa besar gajinya, makmur hidupnya, sudah punya rumah dan mobil.Padahal ksesan seorang wirausaha dinilai dari usaha apa yang telah diperbuat dalam pekerjaan yang digelutinya.

Definisi Kewirausahaan


  • Usaha untuk menciptakan kesempatan, menanggung resiko, menggunakan kesempatan dan usaha untuk menggerakan sumberdaya (manusia, uang, dan material) yang ada melalui keahlian berkomunikasi dan manajemen.
  • Proses untuk menciptakan sesuatu yang memiliki "nilai yang berbeda" dengan cara mencurahkan segenap usaha, tenaga, waktu, uang, materi, dan memperolehnya kembali dalam bentuk uang dan kepuasan diri.

Kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi Wirausahawan : 

  1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha.
  2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan tekad yang menyala-nyala.
  3. Kemampuan berinisiatif : mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan.
  4. Kebiasaan akan melahirkan kreativitas (daya cipta setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi).
  5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal.
  6. Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri untuk tepat waktu dalam segala tindakannya.
  7. Kemampuan mental yang dilandasi agama.
  8. Kemampuan dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik atau menyakitkan.

Apakah seorang wirausaha dibentuk atau dilahirkan?

  • Jiwa dan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh dua hal : bakat (50%) dan lingkungan (50%).
  • Faktot lingkungan meliputi dua hal yaitu pengalaman dan pendidikan.
  • Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan penting mengingat bahwa lingkungan yang antara lain pendidikan dapat mempengaruhi kepribadian seseorang sebesar 50%.
  • Selain itu, institusi pendidikan telah menghasilkan konsep-konsep mengenai bagaimana menjadi wirausahawan yang baik.

Bagaimana dengan jiwa kewirausahaan, apakah juga bisa dibentuk dari lingkungan atau tergantung dari bakat?

  • Menurut para ahli, masih ada satu hal yang diperlukan untuk menjadi wirausahawan yang sukses, yaitu motivasi dan disiplin diri.
  • Artinya belum tentu seorang yang mempunyai bakat wirausaha dan telah mengikuti banyak pendidikan (kuliah, kursus, pelatihan, dll.) akan menjadi wirausahawan sukses tanpa adanya motivasi dan disiplin diri.

Hakekat Kewirausahaan


Kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir atau pengalaman lapangan semata tetapi dapat dipelajari dan diajarkan.Orang yang menjadi enterpreneur adalah orang yang mengenal potensi dirinya dan mengembangkannya melalui pendidikan untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya.Kewirausahaan meupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui proses kreativitas dan motivasi.

Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang.
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan.
Jadi kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru), sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru).

Seorang wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.
Contoh-contoh perusahaan yang selalu melakukan proses kreatif dan inovatif : Microsoft, Sony, Nokia, Samsung, Toyota, Honda, Suzuki, Yamaha, dll.

Esensi kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses kombinasi sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.Nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara : 
  1. Pengembangan teknologi baru.
  2. Penemuan pengetahuan baru.
  3. Perbaikan produk dan jasa yang sudah ada.
  4. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih sedikit.
Secara garis besar, ada enam hakikat kewirausahaan : 
  1. Suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumberdaya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, proses dan hasil bisnis.
  2. Suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
  3. Suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
  4. Suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan perkembangan usaha.
  5. Usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Faktor-faktor penyebab kegagalan wirausaha : 

  1. Tidak kompeten dalam manajerial.
  2. Kurang berpengalaman dalam kemampuan : teknik, memvisualisasikan usaha, mengkoordinasikan, mengelola sumberdaya manusia dan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
  4. Gagal dalam perencanaan.
  5. Lokasi kurang memadai.
  6. Kurang pengawasan peralatan.
  7. Sikap kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
  8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan kewirausahaan.

Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mundur dalam wirausaha : 

  1. Pendapatan yang tidak menentu.
  2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi.
  3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama.
  4. Kualitas kehidupan yang rendah walaupun usahanya sudah mantap.

Keuntungan kewirausahaan : 

  1. Otonomi : pengelolaan yang bebas tidak terikat membuat wirausahawan menjadi seorang bos yang penuh kepuasan.
  2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi.
  3. Kebebasan mengtrol finansial.

Kerugian kewirausahaan : 

  1. Pengorbanan personal.
  2. Beban tanggung jawab.
  3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal.




Sekian informasi dari saya...
Semoga bemanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar